The real SOLDIER is the real PATRIOT...
The real patriot is the real MAN....
Banyak hal yg aku kenang dlm diri papaku....
Beliau orang nya sangat keras, cenderung otoriter (menurut megy, adikku)....beliau juga sangat disiplin dan pemuja keteraturan, penganut perencanaan matang, Sistematis dan sejuta hal membosankan lainnya.
Hidup dalam lingkaran hal2 tersebut sungguh sangat menyiksa, terutama ketika kami semua (aku dan adik2) sedang tumbuh dalam masa kanak2 menuju remaja. Rutinitas yang diawali dengan bangun sangat pagi, shalat shubuh berjamaah, membereskan kamar masing2, membereskan rumah, mandi, dan bersiap2 pergi sekolah adalah hal yg kala itu sangat membebani kami. Hingga rasanya ingin cepat2 pergi ke sekolah dan mendapatkan "kebebasan" sesaat disana.
"Pemenjaraan kebebasan" itu berlanjut ketika pulang sekolah (yg harus tepat waktu), berganti baju, makan siang, istirahat dan siap2 pergi les atau mengaji. Sungguh suatu kehidupan monoton tanpa bisa memprotes sedikitpun. Sampai tiba waktu bertemu beliau pada saat menjelang maghrib -adalah puncak- hari2 "penyiksaan" itu....
Kami ber-empat berhadapan dgn beliau untuk berdialog (sebenarnya bukan, karena banyak komunikasi satu arah nya) membahas apa saja yg kami alami sepanjang hari itu, kebanyakan adalah hal2 yg terjadi disekolah. Beliau kembali menanyakan materi pelajaran disekolah tadi, bertanya tentang PR, dan berakhir dengan tanya jawab (intinya, selalu tentang pertanyaan).
OSPEK belum lah ada apa2 nya dibanding saat2 itu.Tak jarang kami selalu berharap mama akan datang dan meng-iterupsi semua kegiatan itu, tapi tak pernah terjadi hingga berakhir satu jam kemudian untuk kembali ke kamar masing2 dan meneruskan kegiatan (lagi2) belajar.
Jika dipikir pikir, waktu masa kecil ku dihabiskan untuk belajar, belajar dan belajar dalam hal apa saja...baik itu pelajaran sekolah ataupun pelajaran tentang hidup yg disampaikan lsg oleh alm.papa, dan disampaikan ala beliau yaitu, "Langsung, tepat, padat dan anti gagal"....(Anti gagal-karena memang terbukti benar dikemudian hari)
Dibalik kegalakan dan ketegasan nya, beliau sangat perhatian (tentu dgn cara nya sendiri), beliau sangat senang membelikan kami pakaian yg dipilihnya sendiri walau 4 anak nya adalah perempuan. Membungkus nya rapi dan meletakannya di atas meja belajar atau tempat tidur ketika kami sedang tidak ada dirumah. Dapat selalu dipastikan, aku mendapat kaos atau kemeja dengan celana pendek dan berganti celana panjang ketika beranjak remaja....Tomboy all the way.....Hahahaha cocok dengan kegiatan luar rumah yg kami lakukan ketika hari libur datang yaitu olah raga. Sedikit sekali waktu luangku diijinkan untuk dipakai bermain, boro2 ke mall, untuk sekedar menikmati permainan games pun tidak. Beliau lebih suka mengajak kami ke kebun binatang , museum dan tempat olah raga.
Aku masih ingat ketika papa mengajak kami semua ke museum (dulu) ABRI. Menerangkan ini itu bla bla bla sampai2 adikku merengek minta pulang. Tidak saja itu, sesampai dirumah, kami diwajibkan membuat karangan singkat tentang kunjungan 'wisata' tadi.
Salah satu pelajaran yg menurutku sangat berharga yg kami terima adalah tentang ulang tahun. Disaat teman2 ku berlomba lomba merayakan ultah nya di tpt yang bagus dengan acara yg sangat meriah dan mengundang banyak orang, papa justru mengajarkan kami kesederhanaan. Ultah mengingatkan kita akan kesempatan hidup yg berkurang setahun, bersyukur adalah perayaan nya. Bahwa kita telah diberikan tambahan umur dan memikirkan apa saja yg sudah kita perbuat.... beliau tidak lupa tanggal ultah kami semua, tp beliau tidak mengajarkan kami untuk merayakannya besar2an.....kami hanya makan nasi kuning dirumah, berdoa bersama.... dan tentu saja pemberian hadiah. Hadiah nya pun pasti ada kaitannya dengan ilmu pengetahuan. Jadi hampir setiap tahun, hadiah ultah yg kami terima adalah berbagai macam buku, kaset atau cd pelajaran dan buku2 ensiklopedi.
Bertambahnya umur kami, bertambah pula kegalak kan beliau. Aku ingat ketika masuk SMU kelas 1, aku takut sekali kalo ada teman ku yg datang kerumah, terutama laki-laki. Bukan apa2, kasian bakal ditanya ini itu atau malah kadang dimarahin. Kan kasian anak orang dimarah-marahin, belum lagi aku jadi malu dengan 'kegiatan dadakan' papa ketika ada teman yg datang berkunjung.....pura2 baca koran dan dengan cuek nya duduk satu sofa bergabung bersama teman ku yg dtg tadi. Hahahaha jelas sangat uncomfortable lah jd nya....
Semua ketidak nyamanan itu, baru kurasakan bermanfaat setelah beliau tidak ada. Bahkan kadang justru ada kerinduan untuk disidak olehnya, ditanya tanya oleh beliau, dimarahin dan diberi tugas. Ajaran2 beliau terasa sangat berguna untukku dalam menjalani hidup atau ketika mendapat satu masalah yg pelik dan menyita perhatianku. Sesaat aku berfikir kl beliau masih ada, kira2 apa ya yg akan beliau berikan sebagai nasihat.
Hidup dengan beliau sekian lama mambentuk pola pikir ku dalam memahami nya. Setelah hampir sepanjang hidupku mengeluh akan 'kekerasan' beliau dlm mendidik anak-anaknya. Lambat laun memberikan ku sebuah jawaban, tentang kemandirian, kedisiplinan, kecerdasan dan kepintaran, kasih sayang tapi tidak memanjakan serta kegigihan dalam menjalani sesuatu. Sungguh suatu warisan tak ternilai yg beliau tinggalkan.
Walau aku sendiri tidak akan pernah jadi orang yg sempurna, mendekati pun tidak. tapi setidaknya ada manfaat besar yg didapat dari "kesengsaraan" yg dulu pernah kami jalani, dan sampai saat ini masih tertinggal di dlm diri dan dijadikan kebiasaan, rutinitas ataupun gaya hidup.
Keras dlm mendidik, kedisiplinan dan kemandirian.....tanpa kasih sayang akan menghasilkan generasi pemarah, penuntut, tidak bisa memahami perasaan orang lain dan ego maniac......
Sebaliknya, kasih sayang yg berlebihan, kemanjaan, full fasilitas dan terlalu banyak kemudahan, akan membuat generasi yg lembek, gampang menyerah dan juga manja......
Terimaksih pa.....
I love u so much.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar